Rabu, 19 Oktober 2011

KEMDIKNAS GANTI NAMA MENJADI KEMDIKBUD


 ebenezer sihotang
Mendikbud, Mohammad Nuh


Wamendikbud bidang Pendidikan, Musliar Kasim
Wamendikbud bidang Kebudayaan, Windu Nuryanti
TALENTNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan reshuffle KIB II di Istana Negara, Jakarta (18/10) pukul 20.00 dan  para menteri dan wakil menteri  yang diganti dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/10).

“Tentang keberadaan Wakil Menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sudah sesuai dengan Undang-undang No 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara, jadi tidak ada penggemukan dan pengangkatannya pun sesuai urgensinya,” kata Presiden saat mengumumkan reshuffle kabinet di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/10) malam.

Dari hasil reshuffle kabinet ada dua kementerian yang berubah nama yaitu, Kementerian Pendidikan Nasional menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif .

Setelah pelantikan Menteri dan Wakil Menteri  di Istana Negara, Rabu siang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh langsung mengadakan jumpa pers di gedung Kemdikbud, Jakarta Pusat didampingi oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan, Musliar Kasim dan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan, Windu Nuryanti  menggantikan Wamendiknas Fasli Jalal yang dihadiri para pejabat eselon I.

Mendikbud, Mohammad Nuh mengatakan, perubahan fungsi dan nomenklatur atau nama kementerian langsung segera dirampungkan usai dilantik atau berlaku sejak dilantik.

“Hari ini usai dilantik langsung kerja, tidak ada istilah menunggu,” tegas Mendikbud saat jumpa pers di gedung Kemdikbud, Jakarta, Rabu (19/10).

Nuh mengatakan, beberapa fungsi yang segera dirampungkan diantaranya pembenahan organisasi kementerian yaitu dengan disatukannya Kebudayaan kedalam Kemdikbud, tenang kepegawaian, tupoksi unit kerja, dan menusun APBN 2012.

“Jadi organsiasi yang baru ini yaitu Kemdikbud sudah masuk dalam APBN 2012 dan sudah mendapatkan persebutuan perubahan nama dari DPR,” tambahnya.

Sementara itu, Wamendikbud bidang Pendidikan, Musliar Kasim yang sebelumnya adalah Irjen Kemdiknas dan Rektor Unv Andalas mengatakan, dengan dibentuknya dua Wamendikbud bidang pendidikan dan bidang kebudayaan akan lebih bersinergi antara pendidikan dan budaya.

Musliar berharap, dengan adanya dua Wamendikbud ini, tamatan SMA/SMK atau peguruan tinggi yang ingin kerja dapat bersinergi atau matching dengan kebutuhan pasar, dan akan memiliki jiwa entrepreneurship, karena pendidikan dan kebudayaan saling terkait atau tidak terpisahkan.

Wamendikbud bidang Kebudayaan, Windu Nuryanti mengatakan, akan segera bekerja dan menyusun strategi tentang kebudayaan yang memiliki lima pilar. Pilar pertama, bagaimana karakter atau jati diri budaya, pilar kedua, sejarah, warisan, karya budaya yang berupa benda atau tangible seperti penanganan kota tua, monument, museum, atau sumber daya alam yang berbudaya, dan intangible yaitu berupa ideologi, psikologi, kuliner, atau bagaimana cara berpakaian yang sopan.

“Contoh warisan budaya kita yang diakui UNESCO yaitu Batik, Angklung, Keris, dan Wayang. Hal tersebut adalah asli budaya kita, dan kita akan berupaya untuk mencari  warisan budaya kita yang ada di pelosok tanah air,” kata Windu  

Untuk itu, kata Windu, akhir Desember 2011, sudah ada cetak biru pembangunan kebudayaan menjadi pedoman tentang kebudayaan secara nasional.

Dalam reshuffle ini, Presiden menunjuk 13 orang wakil menteri baru, yaitu: 1. Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar 2. Wakil Menteri Hukum dan Ham Denny Indraya, 3. Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, 4. Wakil Menteri Pendidikan Nasional Bidang Kebudayaan Windu Nuryanti, 5. Wakil Menteri Pendidikan Nasional Bidang Pendidikan Musliar Kasim, 6. Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Eko Prasodjo.7. Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, 8. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, 9. Wakil Menteri BUMN Mahmuddin, 10.Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron, 11. Wakil Menteri Luar Negeri Wardana, 12. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, dan 13. Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar