Jumat, 24 Juni 2011

40 TIM PERGURUAN TINGGI ADU KETANGKASAN PELUNCURAN ROKET

ebenezer sihotang
Dirjen Dikti dalam Jumpa Pers
TALENTNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (DP2M), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan Kompetisi Muatan Roket Indonesia (KOMURINDO) 2011 dengan kerjasama Universitas Gadjah Mada, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Pemerintah Kabupaten Bantul dan Akademi Angkatan Udara, dan pelaksanaannya dimulai 26 hingga 28 Juni di Pantai Pandansimo, Kecamatan Srandkan, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta.

Dalam Jumpa Pers di gedung Kemdiknas, Jakarta, Kamis (22/6), Direktur Jenderal Dikti, Kemdiknas, Djoko Santoso  mengatakan, tujuan kompetisi roket ini adalah membuat para mahasiswa bisa memahami dan menggunakan teknologi peroketan, juga bisa memberikan cakupan data eksplorasi angkasa luar, benar-benar bukan untuk peluru kendali pertahanan dan keamanan,dan sekaligus melihat tingkat kemampuan kreativitas para mahasiswa.

 Menurut Rika Andriarti, LAPAN kompetisi tahun ini membuat proses homming yaitu bagaimana kembalinya roket kesasaran yang telah ditentukan yang menjadi pengambilan nilai opsional bagi para peserta. "Yang penting hasil karya mahasiswa harus menggunakan tiga macam sensor yaitu temperatur, tekana dan kelembaban, dan pemandu arah terbang muatan yang bisa berkomunikasi dengan sisgtem kendali operator," kata Rika

Ketua Panitia, Suryo Hapsoro yang juga Direktur Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti, Kemdiknas mengatakan, hadiah untuk pemenang pertama adalah Rp 10 juta, kedua, Rp 7,5 juta, dan ketiga, 5 juta dan  ditambah dana pembinaan kepada masing-masing perguruan tinggi yang menang.

Suryo menambahkan, kompetisi ini melibatakan lima juri yakni Rika Andiarti (LAPAN), Endra Pitowarno (PENS-ITS), Indrawanto (ITB), Wahidin Wahab (UI), dan Heru Santosa B.R (UGM) dan 40 tim yang mengikuti kompetisi adalah dari seleksi 73 tim yang telah mengajukan proposal rancang bangun muatan roket yang  ditutup tanggal 30 Desemer 2009.

Wahidin Wahab, salah satu dewan juri, menjelaskan, "Kompetisi ini terdiri atas tiga tahapan penilaian, yaitu uji fungsional dengan bobot nilai sebesar 40%, uji peluncuran dengan bobot nilai 40%, dan uji analisa data dengan nilai sebesar 20%. Pada uji analisa data, peserta harus dapat menjelaskan hasil data dan informasi yang ditampilkan oleh observasi roket."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar