Jumat, 13 Mei 2011

5 SEKOLAH TIDAK LULUS 100 PERSEN UN 2010/2011

Mendiknas bersama wartawan pada Hardiknas
ebenezer sihotang
TALENTNEWS.COM, JAKARTA - Lima sekolah untuk tingkat nasional tidak lulus (TL) 100 persen pada ujian nasional (UN) tahun ajaran 2010/2011 yaitu, DKI Jakarta dengan jumlah 7 siswa, Simeulue, Aceh, 26 siswa, Jambi, 2 siswa, Kian Darat, Maluku, 48 siswa, dan Urei Fasei, Papua, 64 siswa. Sementara provinsi yang paling banyak tidak lulusnya adalah Nusa Tenggara Timur yaitu 1.813 siswa (5,57 %) dari 32.532 siswa yang mengikuti UN.

"Provinsi Bali yang paling kecil tidak lulusnya yaitu 10 siswa atau 0,04 persen dan yang 100 persen lulus sebanyak 14.131 sekolah dengan jumlah 1.190.926 siswa (81,46 %)," kata Mendiknas, Mohammad Nuh dalam jumpa pers tentang hasil ujian akhir gabungan (UN dan nilai sekolah SMA/MA/SMK) di gedung Kemdiknas, Jakarta, Jumat (13/5).

Secara umum, Mendiknas menyampaikan hasil kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) SMA sederajat Tahun Ajaran 2010/2011 mencapai 99,22 persen atau dari 1.461.941 peserta UN SMA/MA. Jumlah peserta yang lulus sebanyak 1.450.498. Sedangkan yang tidak lulus 11.443 peserta atau 0,78 persen.

"Dibandingkan angka kelulusan tahun 2009/2010 ada kenaikan jumlah kelulusan. Angka kelulusan UN tahun lalu gabungan ujian utama dan ujian ulang sebanyak 99,04 persen, namun tahun 2010/2011 tingkat kelulusan mencapai 92,22 persen," kata Mohammad Nuh.

Data awal yang mendaftar ditambahkan, Nuh sebanyak 1.476.575 peserta, namun dalam perjalanan, sekolah yang memasukkan nilai sekolah sebanyak 1.467.058 atau 99,36 persen. Ada sebanyak 9.517 siswa atau 0,64 persen yang tidak dimasukkan nilai sekolahnya, hal ini dimungkinkan karena  bisa jadi di tengah jalan ada yang drop out atau sudah bekerja.

Sementara itu, tambahnya,  jumlah kelulusan peserta UN untuk SMK mencapai 99,51 persen. Dari total 8.074 sekolah negeri dan swasta dan 942.698 peserta, dinyatakan lulus 938.043 peserta. Sekolah yang angka kelulusannya 100 persen sebanyak 768.854 siswa (81,48 persen).

"Di SMK tidak ada sekolah yang kelulusannya nol persen," kata Menteri Nuh.

Menurut Nuh hasil UN tahun 2011 akan dijadikan sebagai alat penentu kelulusan dan pemetaan. Ia mencontohkan lima sekolah yang 100 persen siswanya tidak lulus dapat langsung dipetakan. Tujuannya untuk perbaikan, dan hal seperti ini sudah dilakukan tahun lalu di Nusa Tenggara Timur, dan ternyata hasilnya meningkat dari tahun sebelumnya. Target berikutnya dipakai untuk masuk ke perguruan tinggi," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar